Posts

Lebaran dan Tradisi Keliling Kota di Empang

Image
Lebaran bukan saja hari besar umat Islam yang dirayakan dengan penuh suka cita diliputi oleh rasa bahagia sebagaimana arti dan makna dari kata Ied Saed. Ied artinya adalah Hari Raya dan Saed berarti bahagia. Disejumlah negara dan bahkan di berbagai daerah di nusantara, perayaan rasa bahagia pada hari lebaran tersebut dilakukan dalam berbagai cara dan tradisi yang mengiringinya. Itu semua adalah sebuah ekspresi yang lahir dari gagasan hati dan tercipta akibat rasa atas perasaan senang dan bahagia. 
Lebaran kata ini merujuk kepada bahasa sunda yang bersumber dari kata leubar yang maknanya adalah lapang dada seperti ungkapan pada kata hate leubar. Demikian juga istilah lebaran populer dikalangan masyarakat betawi dengan makna yang sama. Di nusantara pada umumnya terutama di jawa masih ada yang menggunakan istilah sama tapi akar katanya memiliki tafsir yang berbeda. Konon diambil dari bahasa jawa itu sendiri yang artinya sudah selesai, selesai setelah melaksanakan ibadah puasa. Di Jawa s…

dr. Marzuki Mahdi dan Jam Junghans di Masjid Agung Empang

Image
dr. Marzoeki Mohammad Mahdi  (1890-1967)
Sudah hampir  memasuki delapan puluh dua tahun sudah suara lonceng dari sebuah jam menggema syahdu tiada henti dari waktu ke waktu se arah jam berputar menemani waktu sholat fardhu tiba. Jam itupun berdiri hampir tidak pernah bergeser sedikitpun dari posisinya yang berada di samping sebuah mihrab yang letak dan arahnya tidak pernah berubah selama lebih dari dua ratus tahun, sejak masjid itu didirikan untuk pertama kalinya pada tahun 1817. 

Masjid Agung Empang, demikian orang-orang menyebutnya. Masjid ini menjadi saksi yang menandai terbentuknya sebuah perkampungan besar yang disiapkan sebagai pusat pemerintahan setingkat kabupaten yang dikepalai oleh seorang pejabat berpangkat Demang. Secara topografi pusat pemerintahan feodal yang dikepalai oleh raja-raja (sultan), patih, bupati dan demang di Jawa, keberadaan masjid agung telah menjadi bagian dari landmark sebuah ibu kota lengkap dengan alun-alun dan pohon bicara (beringin), berikut kampung k…

Melepas dan Mengenang Ibu Aisyah Al-Kalaly, Ummu Hafidzoh wa Syaikhoh Irsyadiyyah

Image
Ibu Aisyah (Icun) Al-Kalali dan tamunya
Jum'at 31 Mei 2019, bertepatan pada bilangan hari terbaik -asyroh awakhir- dalam bulan romadhon 1440 Hijriyah, Al-Irsyad Al-Islamiyyah kembali merasakan rasa duka yang amat dalam dengan telah berpulangnya ke rahmatullah Ibu Aisyah bt Muhammad bin Salim Al-Kalaly.

Ibu Aisyah Al-Kalaly atau akrab disapa Ibu Icun wafat dalam usia 95 Tahun di Pekalongan, kota tempat dimana untuk pertama kalinya pada 14 Mei 1930 lahir "Nahdatul Mu'minat" yang pembentukannya diperuntukan sebagai wadah berhimpunnya kaum wanita. Nahdatul Mu'minat dengan ketua pertamanya Sjarifah Khadidjah Al-Bakri ini pembentukannya diinisiasi atas anjuran dan dorongan Al-Ustadz Umar bin Sulaiman Nadji. Wadah inilah kelak yang kemudian menjadi embrio dari cikal bakal lahirnya organisasi Wanita Al-Irsyad.

Suami dari Husen bin Abdurrahman Al-Huraiby ini lahir di Lhokseumawe Aceh pada 22 September 1924. Dan dari suaminya itulah Ia beroleh sembilan orang anak yang ter…

Jejak Bupati Sukapura di Empang

Image
Sumber foto dari situs GSOWap.Internet
Kabupaten Sukapura bisa jadi satu-satunya penguasa feodal di Jawa Barat yang memiliki keterikatan sejarah dan asal usul dengan Kerajaan Mataram di Jawa Tengah. Disebut bahwa Rd. Wirawangsa resmi dilantik sebagai Bupati Sukapura yang pertama berdasarkan Piagam Sultan Mataram pada tanggal 26 Juli 1632. Namanya kemudian berubah menjadi Rd. Tumenggung Wiradadaha ke 1. Pengangkatannya itu karena keberhasilannya dalam meredam dan menghentikan Perang Dipati Ukur. 
Dipati Ukur adalah Dipati (setingkat Bupati) di Priangan yang pernah menyerang VOC di Batavia tapi gagal. Serangan tersebut merupakan perintah Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Ia kemudian melakukan pemberontakan terhadap kerajaan Mataram setelah diberhentikan dari jabatannya sebagai Dipati. dan sejak itulah Dipati Ukur dan para pengikutnya menjadi orang yang paling dicari oleh Sultan Mataram yang berhasil ditangkap dan dihukum mati di Mataram.
Disebutkan dalam berbagai literatur termasuk pa…

Gan To'ing syuhada di Cisadane dan Haji Abdullah Delman pendiri Masjid Al Munawwar di Empang

Image
Rd.H.Moh Thohir bin Rd.H.Gaos
Lubuk adalah bagian dari aliran sungai yang terdalam. Air dibagian lubuk ini pada umumnya tenang dan tidak mengalir, tapi terkadang ada arus yang kuat dari bagian dasarnya. Beberapa lubuk memiliki nama tersendiri dan karenanya ada yang menjadi nama daerah seperti Lubuk Linggau di Sumatera Selatan dan Lubuk Pakam di Sumatera Utara.

Masyarakat sunda mengenal istilah lubuk dengan sebutan Leuwi. Seperti halnya Lubuk, beberapa nama daerah di Jawa Barat juga diambil dari nama Leuwi, antaranya adalah Leuwiliang di Kabupaten Bogor dan Leuwi Panjang yang kini menjadi nama terminal bis di Bandung. Bahkan ada beberapa nama Leuwi di Bogor memiliki kaitan erat dengan sejarah Pakuan Pajajaran dan ada yang sudah menjadi legenda, salah satunya adalah Leuwi Sipatahunan yang berada dekat dengan Istana Bogor di sungai Ciliwung. 
Disepanjang sungai Cisadane yang mengalir di Empang, ada dua Leuwi yang populer disebut  dengan Leuwi Ceuli dan Leuwi Kuda. Ceuli dalam bahasa sun…

Muludan, Haul dan Ngarak "habib" di Empang

Image
Masjid An Noer Al Attas  foto tahun 1910
Alunan sholawat nabi mengalun syahdu dari suara serak parau kaum syadah diiringi dengan pukulan rebana. Beberapa lelaki tua satu demi satu keluar dari pintu rumah tua, beberapa lelaki tua duduk dikursi tua bergamis dan bersurban hijau tua, ditandu oleh sejumlah pengiring mengikuti langkah demi langkah kaki yang berjalan perlahan menuju sebuah qubah tua. Sepanjang jalan ribuan muhibbien menyambut rombongan habib di arak, demikian orang-orang menyebutnya. 
Prosesi ngarak "habib" tersebut merupakan penanda berakhirnya serangkaian peringatan muludan atau maulid Nabi Muhammad Salallahu'alaihi wassalam yang disebut dengan Haul yang berlangsung di "keramat" empang.
Haul di Empang yang diadakan pada setiap bulan mulud adalah prosesi ziarah kepada seorang ulama yang disebut sebagai wali qutub. Makamnya berada dalam sebuah bangunan berkubah hijau dan berada persis di dalam komplek masjid An Nur, karena itulah area pemakamannya di…
Image
Miss Rijan dan Ibu Negri di Empang (revisi)
Kejayaan Film India dan para pendatang asal Hindustan yang menetap di Bogor
Sebelum pemisahan India dan Pakistan tahun 1947, kedua negara ini masih disebut sebagai negeri Hindustan. Karena itu sejak dulu nama Hindustan sudah lebih dikenal di nusantara. Orang-orang india sendiri menamai dirinya sebagai Hindustani. Kisah-kisah klasik tentang Hindustan sering dikisahkan oleh seniman oral atau tukang cerita di Betawi seperti Mat Djait yang terkenal dan juga penerusnya Sofyan Djait. Gambar To'ong demikian orang Bogor dahulu menyebutnya merupakan jenis hiburan anak-anak zaman dulu yang salah satu alur cerita dalam gambar-gambar yang "di to'ong' (dilihat) adalah kisah-kisah epik dari negeri Hindustan.
Nama Hindustan sempat di populerkan pada sebuah lirik lagu "Mera Joota Hai Japani" yang dibintangi oleh Raj kapoor dan ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia pada tahun lima puluhan. Di Bogor antaranya adalah Bioscoop Capit…