Posts

Jejak Bupati Sukapura di Empang

Image
Sumber foto dari situs GSOWap.Internet
Kabupaten Sukapura bisa jadi satu-satunya penguasa feodal di Jawa Barat yang memiliki keterikatan sejarah dan asal usul dengan Kerajaan Mataram di Jawa Tengah. Disebut bahwa Rd. Wirawangsa resmi dilantik sebagai Bupati Sukapura yang pertama berdasarkan Piagam Sultan Mataram pada tanggal 26 Juli 1632. Namanya kemudian berubah menjadi Rd. Tumenggung Wiradadaha ke 1. Pengangkatannya itu karena keberhasilannya dalam meredam dan menghentikan Perang Dipati Ukur. 
Dipati Ukur adalah Dipati (setingkat Bupati) di Priangan yang pernah menyerang VOC di Batavia tapi gagal. Serangan tersebut merupakan perintah Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Ia kemudian melakukan pemberontakan terhadap kerajaan Mataram setelah diberhentikan dari jabatannya sebagai Dipati. dan sejak itulah Dipati Ukur dan para pengikutnya menjadi orang yang paling dicari oleh Sultan Mataram yang berhasil ditangkap dan dihukum mati di Mataram.
Disebutkan dalam berbagai literatur termasuk pa…

Gan To'ing syuhada di Cisadane dan Haji Abdullah Delman pendiri Masjid Al Munawwar di Empang

Image
Rd.H.Moh Thohir bin Rd.H.Gaos
Lubuk adalah bagian dari aliran sungai yang terdalam. Air dibagian lubuk ini pada umumnya tenang dan tidak mengalir, tapi terkadang ada arus yang kuat dari bagian dasarnya. Beberapa lubuk memiliki nama tersendiri dan karenanya ada yang menjadi nama daerah seperti Lubuk Linggau di Sumatera Selatan dan Lubuk Pakam di Sumatera Utara.

Masyarakat sunda mengenal istilah lubuk dengan sebutan Leuwi. Seperti halnya Lubuk, beberapa nama daerah di Jawa Barat juga diambil dari nama Leuwi, antaranya adalah Leuwiliang di Kabupaten Bogor dan Leuwi Panjang yang kini menjadi nama terminal bis di Bandung. Bahkan ada beberapa nama Leuwi di Bogor memiliki kaitan erat dengan sejarah Pakuan Pajajaran dan ada yang sudah menjadi legenda, salah satunya adalah Leuwi Sipatahunan yang berada dekat dengan Istana Bogor di sungai Ciliwung. 
Disepanjang sungai Cisadane yang mengalir di Empang, ada dua Leuwi yang populer disebut  dengan Leuwi Ceuli dan Leuwi Kuda. Ceuli dalam bahasa sun…

Muludan, Haul dan Ngarak "habib" di Empang

Image
Masjid An Noer Al Attas  foto tahun 1910
Alunan sholawat nabi mengalun syahdu dari suara serak parau kaum syadah diiringi dengan pukulan rebana. Beberapa lelaki tua satu demi satu keluar dari pintu rumah tua, beberapa lelaki tua duduk dikursi tua bergamis dan bersurban hijau tua, ditandu oleh sejumlah pengiring mengikuti langkah demi langkah kaki yang berjalan perlahan menuju sebuah qubah tua. Sepanjang jalan ribuan muhibbien menyambut rombongan habib di arak, demikian orang-orang menyebutnya. 
Prosesi ngarak "habib" tersebut merupakan penanda berakhirnya serangkaian peringatan muludan atau maulid Nabi Muhammad Salallahu'alaihi wassalam yang disebut dengan Haul yang berlangsung di "keramat" empang.
Haul di Empang yang diadakan pada setiap bulan mulud adalah prosesi ziarah kepada seorang ulama yang disebut sebagai wali qutub. Makamnya berada dalam sebuah bangunan berkubah hijau dan berada persis di dalam komplek masjid An Nur, karena itulah area pemakamannya di…
Image
Miss Rijan dan Ibu Negri di Empang (revisi)
Kejayaan Film India dan para pendatang asal Hindustan yang menetap di Bogor
Sebelum pemisahan India dan Pakistan tahun 1947, kedua negara ini masih disebut sebagai negeri Hindustan. Karena itu sejak dulu nama Hindustan sudah lebih dikenal di nusantara. Orang-orang india sendiri menamai dirinya sebagai Hindustani. Kisah-kisah klasik tentang Hindustan sering dikisahkan oleh seniman oral atau tukang cerita di Betawi seperti Mat Djait yang terkenal dan juga penerusnya Sofyan Djait. Gambar To'ong demikian orang Bogor dahulu menyebutnya merupakan jenis hiburan anak-anak zaman dulu yang salah satu alur cerita dalam gambar-gambar yang "di to'ong' (dilihat) adalah kisah-kisah epik dari negeri Hindustan.
Nama Hindustan sempat di populerkan pada sebuah lirik lagu "Mera Joota Hai Japani" yang dibintangi oleh Raj kapoor dan ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia pada tahun lima puluhan. Di Bogor antaranya adalah Bioscoop Capit…
Image
KISAH MARTA, SILABAN DAN SUKARNO

Putera laki-laki Faradj bin Awad Marta, Ali adalah penerus usahanya Marba yang terkenal dan memiliki kedekatan dengan Bung Karno. Ali beristrikan Seha Badar Tebe, cucu Ghalib bin Said Tebe, salah seorang tokoh Al Irsyad yang dihormati dan pernah memimpin (hoofdbestur) Al-Irsyad disituasi genting pada tahun 1920-1921, saat dimana al-irsyad dilanda kisruh internalnya. Ghalib bin Said Tebe ini juga seorang bekas kapten arab di Batavia (Jakarta) dan Bogor yang ikut mendirikan Sjarekat Dagang Islamijjah (SDI) bersama Raden Mas Tirto Adhisuryo. 
Faradj ayah Ali kelahiran Hadramaut yang juga dikenal dekat dengan Bung Karno. Ia adalah saudagar Arab yang dikenal banyak memiliki properti dan diantaranya sudah menjadi bagian dari warisan cagar budaya Indonesia seperti Hotel Garuda yang terkenal di Yogyakarta serta gedung Marba di kota lama Semarang. Faradj kian dikenal dan sosoknya menjadi seorang nasionalis Indonesia sejati setelah menghibahkan rumah miliknya k…