Kunjungan Bersejarah Gamal Salem ke Empang Tahun 1955

Melalui rubrik ini, saya akan membagikan secara berkala potongan-potongan berita dari surat kabar Hindia Belanda yang merekam jejak tokoh, peristiwa, dan dinamika kehidupan pada zamannya. Setiap arsip dimuat dengan menyertakan teks asli berbahasa Belanda beserta terjemahan ke dalam bahasa Indonesia yang dikerjakan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kemudian ditelaah kembali dan dilengkapi dengan catatan historis agar pembaca memperoleh konteks yang lebih utuh. Harapannya, arsip-arsip yang selama ini tersembunyi di balik lembaran koran kolonial dapat kembali berbicara, membuka ruang pemahaman yang lebih luas tentang sejarah Indonesia berdasarkan sumber-sumber sezaman.
Berikut ini adalah kutipan dari potongan berita yang dimuat dalam surat kabar — Java Bode, Senin, 22 Agustus 1955, hlm. 1. Surat kabar yang terbit di Batavia ini merupakan salah satu media berbahasa Belanda yang memiliki peredaran luas termasuk di Hindia Belanda dan menjadi sumber penting dalam merekam berbagai peristiwa, tokoh, serta dinamika sosial-politik pada masanya.
Gamal Salem in Bogor
In gezelschap van president Soekarno is de waarnemend vice-premier van Egypte, Gamal Salem, Vrijdagmorgen in Bogor aangekomen.
Na enige tijd in het paleis te Bogor verpoosd te hebben, ging om een uur 's middags president Soekarno met zijn hoge Egyptische gast naar de grote moskee Empang in Bogor voor het Vrijdaggebed.
Vrijdag des namiddags maakten de president met zijn gast een rondrit van ongeveer anderhalf uur door de stad, na de Plantentuin bezichtigd te hebben. De rondrit had grote belangstelling van de inwoners van Bogor, die rijen dik langs de route opgesteld stonden, zodat de wagens van de presidentiƫle groep slechts zeer langzaam vooruit konden.
Vrijdagavond werd een kunstavond gehouden in het paleis.
(Java Bode, Senin, 22 Agustus 1955, hlm. 1)
Terjemahan Bahasa Indonesia
Gamal Salem di Bogor
Didampingi Presiden Soekarno, Wakil Perdana Menteri sementara Mesir, Gamal Salem, tiba di Bogor pada Jumat pagi.
Setelah beberapa waktu beristirahat di Istana Bogor, pada pukul satu siang Presiden Soekarno bersama tamunya yang terhormat dari Mesir pergi menuju Masjid Besar Empang di Bogor untuk melaksanakan Salat Jumat.
Pada Jumat sore, presiden dan tamunya melakukan perjalanan berkeliling kota selama kurang lebih satu setengah jam setelah mengunjungi Kebun Raya Bogor. Perjalanan tersebut mendapat sambutan yang sangat meriah dari penduduk Bogor. Warga berbaris berlapis-lapis di sepanjang rute yang dilalui sehingga kendaraan rombongan kepresidenan hanya dapat bergerak dengan sangat perlahan.
Pada Jumat malam diselenggarakan pertunjukan kesenian di Istana Bogor.
Catatan Historis
Wakil Perdana Menteri Mesir Salat Jumat di Masjid Empang
Kunjungan Wakil Perdana Menteri Mesir, Gamal Salem, ke Bogor pada Agustus 1955 merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah hubungan Indonesia dan Mesir pada masa awal kemerdekaan. Kedatangan tokoh Mesir tersebut berlangsung hanya beberapa bulan setelah penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang mempererat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka.
Bagi Indonesia, Mesir memiliki arti yang sangat istimewa. Negara itu merupakan salah satu yang paling awal mengakui kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1946. Karena itu, hubungan antara Presiden Soekarno dan para pemimpin Mesir bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan juga hubungan persahabatan dan solidaritas antar negara yang sama-sama sedang membangun jati diri pascakolonial.
Berita Java Bode ini menyimpan catatan yang menarik bagi sejarah lokal Bogor. Di tengah agenda kenegaraan yang padat, Presiden Soekarno secara khusus mengajak Gamal Salem melaksanakan Salat Jumat di Masjid Agung At-Thohiriyah Empang, salah satu masjid tertua dan paling berpengaruh di Bogor. Pilihan ini bukanlah kebetulan.
Masjid Empang sejak abad ke-19 dikenal sebagai pusat kehidupan masyarakat Arab-Hadrami di Buitenzorg dan menjadi salah satu simbol penting Islam di Bogor. Kehadiran seorang pemimpin tinggi Mesir di masjid tersebut menunjukkan bahwa Empang telah memiliki reputasi sebagai kawasan Islam yang penting dan dikenal di tingkat nasional.
Kunjungan itu juga memperlihatkan kedekatan emosional antara Indonesia dan dunia Arab. Bagi masyarakat Empang dan Bogor, kehadiran Presiden Soekarno bersama Gamal Salem tentu menjadi momen yang sangat berkesan. Tidak mengherankan apabila ribuan warga memenuhi jalan-jalan kota untuk menyaksikan rombongan kepresidenan yang berkeliling Bogor hingga kendaraan mereka hanya dapat bergerak perlahan.
Peristiwa ini menjadi salah satu jejak sejarah yang menghubungkan Kampung Arab Empang dengan dinamika politik internasional pada pertengahan abad ke-20. Dari sebuah masjid tua di sudut Bogor, terjalin simbol persahabatan antara Indonesia dan Mesir—dua bangsa yang pada masa itu sedang berdiri di garis depan perjuangan dunia pascakolonial dan gerakan solidaritas Asia-Afrika.
Abdullah Abubakar Batarfie
Pernyataan Hak CiptaSaya tidak memberikan izin kepada siapa pun untuk mengambil, menyalin, memperbanyak, atau memublikasikan kembali tulisan maupun foto yang saya unggah, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa persetujuan terlebih dahulu.Setiap penggunaan, pengutipan, reproduksi, atau penyebarluasan materi tersebut tanpa izin akan dianggap sebagai pelanggaran hak cipta dan dapat saya tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Posting Komentar untuk "Kunjungan Bersejarah Gamal Salem ke Empang Tahun 1955"
Posting Komentar