Al-Irsyad Purwokerto Membangun Sekolah Modern di Masa Revolusi

 

Melalui rubrik ini, saya akan membagikan secara berkala potongan-potongan berita dari surat kabar Hindia Belanda yang merekam jejak tokoh, peristiwa, dan dinamika kehidupan pada zamannya. Setiap arsip dimuat dengan menyertakan teks asli berbahasa Belanda beserta terjemahan ke dalam bahasa Indonesia yang dikerjakan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kemudian ditelaah kembali dan dilengkapi dengan catatan historis agar pembaca memperoleh konteks yang lebih utuh. Harapannya, arsip-arsip yang selama ini tersembunyi di balik lembaran koran kolonial dapat kembali berbicara, membuka ruang pemahaman yang lebih luas tentang sejarah Indonesia berdasarkan sumber-sumber sezaman.


Berikut ini adalah kutipan dari potongan berita yang dimuat dalam surat kabar De Locomotief edisi Woensdag, 7 April 1948. Surat kabar yang terbit di Semarang ini merupakan salah satu media berbahasa Belanda yang memiliki peredaran luas termasuk di Hindia Belanda dan menjadi sumber penting dalam merekam berbagai peristiwa, tokoh, serta dinamika sosial-politik pada masanya. 


Al-Irsjad-School

Op initiatief van de Arabische vereniging „Al-Irsjad” te Poerwokerto is men thans onder leiding van den heer Aboebakar druk bezig met den bouw van een school voor algemeen vormend onderwijs op Islamietischen grondslag aan de Djalan Ragasemangsang.

Deze school, die plaats zal bieden aan ruim 200 leerlingen, bestaat uit een lagere zesjarige en een middelbare afdeeling. Deze onderwijsinrichting staat open voor kinderen van alle nationaliteiten. Het schoolgeld is tot dusver nog niet vastgesteld.

Voor de bezetting van het onderwijzend personeel heeft het schoolbestuur reeds eenige bevoegde leerkrachten op het oog, zoodat met de lessen direct een aanvang kan worden gemaakt, zoodra de vereischte toestemming van de bevoegde autoriteiten zal zijn verkregen.

Zoodoende ziet de Al-Irsjad haar sedert den republikeinschen tijd beraamde en ondertussen gerijpte plannen thans verwezenlijkt worden.

Berikut terjemahan artikel tersebut ke dalam bahasa Indonesia:

Sekolah Al-Irsyad

Atas prakarsa perkumpulan Arab "Al-Irsyad" di Purwokerto, saat ini sedang dibangun sebuah sekolah pendidikan umum yang berlandaskan Islam di bawah pimpinan Tuan Abubakar, berlokasi di Jalan Ragasomangsang.

Sekolah ini akan mampu menampung lebih dari 200 orang murid dan terdiri atas sekolah dasar enam tahun serta bagian sekolah menengah.

Lembaga pendidikan ini terbuka bagi anak-anak dari semua kebangsaan. Hingga saat ini, besarnya uang sekolah masih belum ditetapkan.

Untuk mengisi tenaga pengajar, pengurus sekolah telah menyiapkan beberapa guru yang memenuhi syarat, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat segera dimulai begitu izin yang diperlukan dari pihak berwenang telah diperoleh.

Dengan demikian, Al-Irsyad kini melihat rencana-rencana yang telah dicita-citakan sejak masa Republik dan yang selama ini terus dimatangkan, akhirnya mulai terwujud menjadi kenyataan.


Catatan Historis

Sebuah berita singkat yang dimuat dalam surat kabar De Locomotief edisi Rabu, 7 April 1948, ternyata menyimpan arti penting bagi sejarah perkembangan Al-Irsyad di Banyumas, khususnya di Purwokerto. Dalam berita tersebut dikabarkan bahwa perkumpulan Arab Al-Irsjad di Purwokerto tengah membangun sebuah sekolah umum berlandaskan pendidikan Islam di Jalan Ragasemangsang. Sekolah itu direncanakan memiliki dua jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar enam tahun dan sekolah menengah, dengan daya tampung lebih dari dua ratus murid serta terbuka bagi anak-anak dari semua kebangsaan. Pembangunannya dipimpin oleh seorang tokoh bernama Aboebakar dan telah dipersiapkan pula tenaga-tenaga pengajar yang kompeten untuk segera memulai kegiatan belajar setelah memperoleh izin dari pemerintah.

Bagi sejarah Al-Irsyad Purwokerto, berita ini memiliki nilai yang sangat istimewa. Hingga saat ini, berita dalam De Locomotief tersebut dapat dikatakan sebagai dokumen tertua pertama yang berhasil ditemukan dan secara langsung menyebut keberadaan Al-Irsyad Cabang Purwokerto. Karena itu, sumber ini menjadi bukti penting bahwa pada tahun 1948, hanya beberapa tahun setelah Indonesia merdeka, Al-Irsyad di Purwokerto telah memiliki organisasi yang aktif, visi pendidikan yang jelas, serta cita-cita besar untuk mendirikan lembaga pendidikan modern yang berlandaskan Islam.

Pendirian sekolah ini juga mencerminkan semangat pendidikan yang diwariskan oleh Syaikh Ahmad Surkati. Sejak awal, Surkati menolak pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. Baginya, pendidikan Islam yang modern adalah pendidikan yang memadukan keduanya secara seimbang, sehingga mampu melahirkan generasi muslim yang berakhlak, berpengetahuan luas, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Semangat inilah yang tampak dalam rencana pendirian sekolah Al-Irsyad di Purwokerto, sebuah lembaga yang menggabungkan pendidikan umum dengan nilai-nilai Islam dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku maupun kebangsaan.

Lebih jauh lagi, berita ini memperlihatkan semangat kaum peranakan Arab dan aktivis Al-Irsyad di daerah untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui jalur pendidikan. Kalimat penutup berita yang menyebut bahwa rencana tersebut telah dipupuk sejak masa Republik dan kini mulai terwujud menunjukkan adanya proses panjang, kesabaran, serta optimisme di tengah situasi Indonesia yang pada tahun 1948 masih berada dalam suasana revolusi dan ketidakpastian politik.

Karena itu, selembar berita kecil dalam koran berbahasa Belanda ini sesungguhnya bukan sekadar informasi tentang pembangunan sebuah sekolah. Ia merupakan sebuah penanda sejarah yang memperlihatkan bagaimana Al-Irsyad Purwokerto mulai menanamkan akar pengabdiannya di bidang pendidikan, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang gerakan pembaruan Islam di Indonesia yang menempatkan pendidikan modern sebagai jalan utama bagi kemajuan umat dan bangsa.

Bogor, 3 Juli 2026
Abdullah Abubakar Batarfie


Pernyataan Hak Cipta

Saya tidak memberikan izin kepada siapa pun untuk mengambil, menyalin, memperbanyak, atau memublikasikan kembali tulisan maupun foto yang saya unggah, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Setiap penggunaan, pengutipan, reproduksi, atau penyebarluasan materi tersebut tanpa izin akan dianggap sebagai pelanggaran hak cipta dan dapat saya tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Posting Komentar untuk "Al-Irsyad Purwokerto Membangun Sekolah Modern di Masa Revolusi"