Majalah Djawa: Jejak Awal Literasi Militer Bumiputra


Melalui rubrik ini, saya akan membagikan secara berkala potongan-potongan berita dari surat kabar Hindia Belanda yang merekam jejak tokoh, peristiwa, dan dinamika kehidupan pada zamannya. Setiap arsip dimuat dengan menyertakan teks asli berbahasa Belanda beserta terjemahan ke dalam bahasa Indonesia yang dikerjakan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kemudian ditelaah kembali dan dilengkapi dengan catatan historis agar pembaca memperoleh konteks yang lebih utuh. Harapannya, arsip-arsip yang selama ini tersembunyi di balik lembaran koran kolonial dapat kembali berbicara, membuka ruang pemahaman yang lebih luas tentang sejarah Indonesia berdasarkan sumber-sumber sezaman.

ABDULLAH ABUBAKAR BATARFIE

 

Berikut ini adalah potongan berita yang dimuat dalam surat kabar HET NIEUWS VAN DEN DAG NEDERLANDSCH-INDIË No. 299, edisi 13 Oktober 1908. Surat kabar yang terbit di Batavia ini merupakan salah satu media berbahasa Belanda yang memiliki peredaran luas di Hindia Belanda pada awal abad ke-20 dan menjadi sumber penting dalam merekam berbagai peristiwa, tokoh, serta dinamika sosial-politik pada masanya.

Militair Djawa.

Spoedig zal bij de firma W. A. van der Hucht & Co. te Djocja verschijnen een proefnummer van het op te richten Maleisch maandblad Djawa.

De uitgifte hiervan zal volgens Midden Java geschieden ten dienste van Inlandsche militairen, zoowel voor het kader als voor de gewone fuseliers. De abonnementsprijs zal verschillend zijn naar gelang van den graad, dien de abonné in het leger bekleedt.

Dit Maleische militaire tijdschrift zal worden geredigeerd door R. M. Tirto Adhi Soerjo, hoofdredacteur van de Medan Prijaji te Buitenzorg.

Majalah Militer "Djawa"

Dalam waktu dekat, firma W. A. van der Hucht & Co. di Yogyakarta akan menerbitkan edisi percobaan dari sebuah majalah bulanan berbahasa Melayu yang akan diberi nama Djawa.

Menurut surat kabar Midden Java, penerbitan majalah ini ditujukan untuk kalangan militer bumiputra, baik bagi para anggota kader maupun prajurit biasa (fusilier). Biaya langganannya akan disesuaikan dengan pangkat yang dipegang oleh setiap pelanggan di lingkungan militer.

Majalah militer berbahasa Melayu ini akan disunting oleh R. M. Tirto Adhi Soerjo, yang pada saat itu menjabat sebagai pemimpin redaksi surat kabar Medan Prijaji di Buitenzorg (Bogor).

Catatan Historis

Berita singkat ini memiliki arti penting dalam sejarah pers bumiputra dan perkembangan literasi militer di Hindia Belanda. Informasi tersebut menunjukkan bahwa Tirto tidak hanya dikenal sebagai pendiri dan pemimpin redaksi Medan Prijaji, tetapi juga dipercaya untuk memimpin sebuah proyek penerbitan majalah berbahasa Melayu yang secara khusus ditujukan bagi kalangan militer bumiputra.

Rencana penerbitan majalah Djawa mencerminkan adanya upaya menyediakan bacaan bagi serdadu pribumi yang mulai mengalami peningkatan tingkat pendidikan pada awal abad ke-20. Sasaran pembacanya meliputi baik anggota kader maupun prajurit biasa, sementara sistem langganan yang dibedakan berdasarkan pangkat menunjukkan bahwa majalah tersebut dirancang sesuai dengan struktur sosial di dalam ketentaraan kolonial.

Keterlibatan Tirto sebagai redaktur juga memperlihatkan reputasinya yang telah melampaui dunia jurnalistik umum. Pada masa itu ia dipandang sebagai salah seorang jurnalis Melayu paling berpengaruh, sehingga dipercaya mengelola sebuah media yang ditujukan kepada kelompok pembaca yang sangat spesifik. Hal ini memperlihatkan luasnya jaringan intelektual dan pengaruh Tirto dalam perkembangan pers berbahasa Melayu.

Meskipun tidak banyak bukti yang menunjukkan bahwa majalah Djawa kemudian berkembang menjadi penerbitan yang berumur panjang, berita ini tetap menjadi sumber sejarah yang berharga. Ia memperlihatkan bahwa pada awal dekade 1910-an telah muncul gagasan untuk membangun media yang berfungsi sebagai sarana informasi dan pendidikan bagi kalangan militer bumiputra—sebuah segmen pembaca yang selama ini jarang mendapat perhatian dalam historiografi pers Indonesia.

Dengan demikian, berita ini menambah pemahaman bahwa kiprah Tirto Adhi Soerjo tidak terbatas pada perjuangan melalui Medan Prijaji, tetapi juga mencakup berbagai inisiatif penerbitan lain yang bertujuan memperluas akses masyarakat bumiputra terhadap informasi dan bacaan dalam bahasa Melayu.

Bogor, 26 Juni 2026
Abdullah Abubakar Batarfie
Pernyataan Hak Cipta

Saya tidak memberikan izin kepada siapa pun untuk mengambil, menyalin, memperbanyak, atau memublikasikan kembali tulisan maupun foto yang saya unggah, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Setiap penggunaan, pengutipan, reproduksi, atau penyebarluasan materi tersebut tanpa izin akan dianggap sebagai pelanggaran hak cipta dan dapat saya tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Posting Komentar untuk "Majalah Djawa: Jejak Awal Literasi Militer Bumiputra"