Posts

Showing posts from 2018

Dunggulah Di Sudan, dan Donggala di Sulawesi

Image
Gambar sebagai ilustrasi
Gempa Bumi dan Tsunami di kota Palu dan Donggala telah menyita banyak perhatian masyarakat Indonesia dan bahkan dunia Internasional. Jumlah korban sudah tidak terhitung lagi jumlahnya hingga ribuan orang yang mati. Aksi tanggap bencana, bantuan dari berbagai elemen dan negara asing bergerak cepat datang ke kota Palu dan Donggala memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, silih berganti berdatangan dari arah laut dan udara.

Tak terkecuali pula organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyyah dari berbagai unsur di dalamnya, bereaksi cepat dan tanggap ikut membantu korban bencana. Bahkan bantuan yang diberikan dalam koordinasi Laznas Al-Irsyad terbilang paling menyentuh pada pokok yang dibutuhkan para korban, menyediakan sarana air bersih
karena sulitnya ketersediaan air untuk minum di lokasi bencana.

Misi bantuan dari berbagai cabang Al-Irsyad juga berdatangan, diantaranya mobil ambulan Al-Irsyad kota Bogor sebagai misi pertama yang diberangkatkan yang bertolak dari pelabuhan…

Photo Tua Al-Irsyad Surabaya dan Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

Image
Kali kedua setelah isu pembubaran HTI dan kini sejak pembakaran Bendera Tauhid di kota Garut oleh ormas BANSER yang pembakarannya mereka klaim sebagai bendera HTI, muncul di jejaring sosial baik di facebook maupun dalam grup-grup WhatsApp, sebuah foto tua yang memuat keterangan seolah "bendera tauhid" tersebut sudah ada dan dikibarkan oleh Al-Irsyad Surabaya sejak tahun 1935. 
Terlepas dari perilaku gegabah dan kurang ajarnya oknum BANSER yang mengundang amarah umat Islam Indonesia hingga menuai banyak kecaman dalam berbagai bentuk, termasuk pernyataan sikap PB Pemuda Al-Irsyad sebagaimana yang di rilis oleh berbagai media online. Jelas, photo Al-Irsyad Surabaya tersebut tidak berhubungan dengan "bendera tauhid" yang kini sedang ramai dibicarakan oleh nitizen.Terlebih lagi ada kaitan dengan bendera HTI yang kemunculannya di Indonesia baru ada pada era tahun 80an.
Bendera yang disebut-sebut sebagai "panji tauhid" dalam photo Al-Irsyad Surabaya tersebut ad…

In Memoriam GEYS ATTAMIMI (1933-2018)

Al-Irsyad baru saja kehilangan salah seorang saksi sejarah  perjalanan dan kiprah jumiyyah ini bagi umat dan bangsa Indonesia, terutama pada saat masa revolusi dimana umat Islam Indonesia menghadapi kekuatan komunisme diantara pasca peristiwa madiun tahun 1948 hingga berakhirnya rezim orde lama yang disebut-sebut berada dalam genggaman Partai Komunis Indonesia.
Saksi sejarah itu diantaranya adalah Geys Attamimi mantan Sekretaris Jenderal PB Pemuda Al-Irsyad yang wafat di Bogor pada 29 September 2018, dimakamkan keesokan harinya tanggal 30 September 2018.Hari pemakamannya persis bersamaan dengan peringatan Gerakan 30 September, sebuah peristiwa tragis akibat kebiadaban Partai Komunis Indonesia yang menjadi pemicu bangkitnya rakyat Indonesia, khususnya umat Islam bersama ABRI dan Rakyat dalam penumpasan kejahatan komunisme di tanah air, termasuk antaranya adalah keterlibatan Pemuda Al-Irsyad dimana Geys Attamimi ikut tampil bersama-sama dengan aktivis pemuda Islam lainnya.
Geys Attamim…

MUSWIL AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH DKI JAKARTA DAN SEJARAH PENOMORANNYA SEBAGAI YANG KE-5

Image
Musyawarah Wilayah Al-Irsyad Al-Islamiyyah DKI Jakarta yang baru saja usai dilangsungkan di Masjid Abubakar Siddik pada 10 Muharram 1440 hijriyah kemarin, atau bertepatan dengan hari pelaksanaan puasa sunnah 10 asyuro yang jatuh dalam almanak masehi tertanggal 20 September 2018 dengan terpilihnya Bapak Fauzi Abdul Kadir Askar, dapat dikatakan musyawarah kali ini adalah yang bersejarah dan pertama sepanjang kehadiran Al-Irsyad di Jakarta. Pertama karena baru kali ini kepesertaannya diikuti oleh cabang-cabang yang berada dalam pembagian administratif di wilayah provinsi DKI Jakarta terdiri dari Pusat, Timur, Utara, Barat dan Selatan.Juga bersejarah yang bukan saja pembukaannya dibuka oleh walikota Jakarta Timur mewakili Gubernur DKI Jakarta yang berhalangan hadir, MUSWIL baru pertama kali ini kembali dilaksanakan secara seremonial setelah lebih dari 80 tahun lamanya, sejak melembaganya Al-Irsyad di Jakarta sebagai sebuah institusi di tingkat Provinsi. Tak kurang "bersejarahnya&quo…

Muludan, Haul dan Ngarak Habib di Empang

Image
Alunan sholawat nabi mengalun syahdu dari suara serak parau kaum "syadah" di iringi dengan pukulan rebana. Beberapa lelaki tua satu demi satu keluar dari pintu rumah tua, sebagiannya duduk dikursi tua bergamis dan bersurban hijau tua, ditandu oleh sejumlah pengiring mengikuti langkah demi langkah kaki yang berjalan perlahan menuju sebuah "qubah tua". Sepanjang jalan ribuan "muhibbien" menyambut "habib di arak", demikian orang-orang menyebutnya. Prosesi "ngarak habib" tersebut merupakan penanda berakhirnya serangkaian peringatan "muludan" atau maulid Nabi Muhammad Salallahu'alaihi wassalam yang disebut dengan "Haul" yang berlangsung di "keramat empang". 
Haul di Empang yang diadakan pada setiap bulan mulud adalah prosesi ziarah kepada seorang wali qutub yang makamnya berada dalam sebuah bangunan berkubah hijau dan berada persis di area masjid An Nur, karena itulah komplek pemakamannya dinamakan Qubah A…

"Miss Rijan" dan "Ibu Negri", di Empang

Image
Jumlah orang Arab yang bermukim di Hindia Belanda sebelum tahun 1859 pada data badan statistik pemerintah kolonial masih dikelompokan dengan orang-orang Benggali dan para pendatang lain yang beragama Islam. Pemerintah penjajah menamakan warga imigran muslim ini dengan sebutan bangsa moor.
Pada Abad ke 18, Belanda sudah mulai menerapkan pemberlakuan pengelompokan penduduk berdasarkan etnis yang disebut koloni. Etnis Arab dan etnis lain yang berasal dari Timur Tengah dan Hindustan yang beragama Islam, dikelompokan menjadi satu. Karena jumlah etnis Arab yang lebih banyak, maka kelak kemudian koloni ini lebih dikenal dengan sebutan kampung Arab yang dikepalai oleh seorang Hoofd der Arabieren atau yang berpangkat kapten. Jika jumlah etnis tidak terlampau banyak, maka kepala koloni tersebut berpangkat Letnan atau Liutenant der Arabieren. 
Di sejumlah kota di Jawa, terdapat beberapa nama tempat yang disebut kampung Pekojan. Termasuk di kota Bogor yang sudah ada sejak abad ke …