"Kebon Kalapa" dan jejak bekas Kapten Arab di Empang


Syech Salim Bin Awab Balweel


Kebun Kelapa, bahasa sunda kebon kalapa. Di Bandung, nama kebon kalapa sempat jaya pada zaman keemasannya. Dahulu kebon kalapa merupakan satu-satunya terminal antar kota yang menghubungkan Bandung dengan kota-kota di Periangan, dan juga sebaliknya. Dahulu orang biasa menyebut terminal dengan istilah Stamplas, mungkin diambil dari bahasa Hollands Spreken.

Tidak jauh dari Stamplas Kebon Kalapa di Bandung, disana ada rumah Ibu Inggit Garnasih, istri pertama Bung Karno, dan tokoh nasionalis Abdoel Moeis yang kemudian namanya diabadikan untuk nama jalan. Maka kini banyak angkot-angkot di Bandung yang mencantumkan rute Abdul Muis-Elang, Abdul Muis-Cicaheum, Abdul Muis-Ledeng dan Abdul Muis-Dago. 

Nama Kebon Kalapa di Empang, lokasinya berada dalam pemukiman keluarga besar Almarhum Syech Salim bin Awab Balweel. Beliau adalah pemilik lahan luas yang banyak ditanami pohon kelapa. Mungkin karena itulah lahannya dinamakan kebon kalapa. Luas lahannya membentang dari depan alun-alun empang hingga ke "Gang Kurupuk".

Syech Salim bin Awab Balweel adalah seorang Saudagar Arab kaya kelahiran Hadramaut, Yaman Selatan. Sebagai salah seorang tokoh yang dihormati, Ia pernah menduduki jabatan Hoofd Kapitein der Arabieren atau Kapten Arab yang keempat di Bogor (1929-1937). 

Selain di Bogor, Syech Salim bin Awab Balweel juga dikenal luas di Batavia. Di awal kelahiran organisasi A-Irsyad Al-Islamiyyah, beliau adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat periode pertama 1914-1920. 

Lahan luas milik Syech Salim Bin Awab Balweel yang kemudian menjadi nama pemukiman Kebon Kalapa ini, berangsur masyarakat setempat menyebutnya "Kebon" saja, menggeser nama kalapanya hingga sekarang. Di lahan ini pula pernah dibuka madarasah Jamiatul Kher. Belakangan warga Empang lebih mengenalnya dengan nama madrasah Mualim Ading. 

Nama "Kebon Kalapa" kini sirna ditelan zaman, dan sebagian warga Empang sudah tidak lagi mengenal nama itu. Sisa-sisa masa lalu masih dapat kita jumpai, termasuk bekas kediaman Kapten Arab, Syech Salim bin Awab Balweel. Rumah itu sekarang dihuni oleh salah seorang keturunannya.

Oleh: Abdullah Abubakar Batarfie

Comments

Popular posts from this blog

Melacak Jejak Surkati di Betawi Part 2, Hompimpah, Dan Surkati di Jatipetamburan

In Memoriam Mas'oud Basyarahil (1935-2018)