Posts

Showing posts from 2017

Refleksi dalam rangka menyongsong Muktamar Ke-40; Al-Irsyad harus kembali kepada khittoh 1914

Image
Syeh Muhammad Abduh
Gagasan pembaharuan Islam sesungguhnya muncul pada akhir abad 18 dan awal abad 19 Masehi. Tokoh yang disebut-sebut paling berpengaruh di dunia Islam dalam semangat pembaruan Islam ini adalah Syech Muhammad Abduh. Ia mampu menjadikan kebiasaan masyarakat yang awalnya statis menjadi dinamis.
Gagasan Pembaharuan Islam yang diusungnya adalah di bidang pendidikan. Bagi Abduh, penyebab utama kemunduran umat Islam adalah adanya penyimpangan pada sistem dan pengelolaan terhadap pendidikan seperti masalah kurikulum dan metode mengajar. 
Abduh sangat memperhatikan masalah kurikukum, menurutnya tanpa kurikulum yang sesuai dengan apa yang diharapkan, maka kualitas mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia yang akan dicetaknya tidak akan terwujud dengan baik. 
Metode mengajar para gurupun menjadi perhatian Abduh. Salah satu perubahnya adalah metode hafalan yang digantinya dengan metode diskusi. 
Pemikiran Muhammad Abduh lainnya adalah tentang hak wanita yang juga harus m…

Saudagar Banten dan Surkati di Chaulan Weg

Image
Al allamah Syeh Ahmad Surkati
Chaulan weg 25, di rumah ini bukan saja menyimpan banyak peristiwa penting bagi sejarah bangsa, juga  ada banyak kisah ketauladanan penghuninya Syech Ahmad Surkati. Seorang yang dikenal sebagai Tokoh Pembaharu dan Pemurni Ajaran Islam yang pernah dimiliki oleh Al-Irsyad. 
Satu dari kisah itu adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tahun 30an. Saat dimana Syech Ahmad Surkati sedang berada di beranda rumahnya. Hari itu Ia duduk bersama dengan Ali Hubeis dan Ali Mugieth. Ketiganya asyik berbincang ditemani hangatnya teh dan diskusi tentang berbagai hal agama. Tiba masanya datanglah seorang laki-laki yang tampak sebagai fakir (peminta shodaqoh) seraya berucap salam, dan fakir itupun duduk di sudut tangga masuk dengan menundukan kepala.
Syech Ahmad kemudian bangkit dan menghampiri orang tersebut guna menanyakan maksud dan tujuan kedatangannya.Tapi yang disangka fakir itu tiada memberinya jawaban, ia tetap diam merunduk dan bahkan menolak menerima kepingan ua…

Gang Kurupuk, jejak Dalem Bogor yang hilang di Empang, dan Legenda Masadiyem

Image
Bupati XIV Sukapura 1913 (1908-1937) Rd Tumenggung Wiratanuningrat


Kerupuk adalah salah satu teman makan khas Indonesia. Ada banyak jenis kerupuk dan juga aneka bentuk. Jenis Kerupuk yang paling populer dan hampir diberbagai daerah di nusantara ada ialah jenis kerupuk bulat yang banyak tersedia di warung-warung makan, khususnya warteg. 
Kerupuk bulat di Indonesia popularitasnya semakin melejit, setelah dipakai untuk kegiatan lomba agustusan, "balap lomba makan kerupuk" dalam rangka memperingati dirgahayu kemerdekaan Indonesia setiap bulan Agustus. 
Barack Hussein Obama, saat masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, disela kunjungannya ke Indonesia pernah menyebut kerupuk dalam pidatonya di Universitas Indonesia. Bagi Obama, makan kerupuk mengingatkannya kembali pada masa kecilnya semasih tinggal di Indonesia. 
Geef mij maar nasi goreng, judul lagu keroncong yang dinyanyikan oleh Wieteke Van Dort, orang Belanda yang lahir di Surabaya. Konon lagu ini bercerita tentang …

"KAUM" dari Penegak Agama hingga ke jejak Bung Karno di Empang

Image
Masjid Agung Empang pusat kegiatan ibadah dan keagamaan resmi Pemerintah Bogor sejak kepemimpinan Demang Aria Wiranata
Seperti umumnya kota-kota di jawa, khususnya dalam tata pemerintahan feodal di bawah kepemimpinan para Bupati. Kauman dikenal daerah tua yang letaknya berada di sebelah barat Alun-Alun Kota. Satu komplek dengan Masjid Agung. 
Di kota Bogor ada beberapa tempat yang dinamakan dengan kaum. Lokasinya sama, berada dilingkungan masjid Agung setempat. Diantaranya adalah Kaum Empang, Sukaraja kaum, Ciwaringin Kaum dan Bantarjati Kaum. 
Di Empang, keberadaan Kaum ini terkait erat sejak kepindahan pusat pemerintahan kota Bogor yang semula di Tanah Baru. Setelah Jacob Mossel, Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengabulkan permohonan sewa tanah kepada Demang Aria Wiranata pada tahun 1770. Tanah sewaan itu kemudian dinamakannya "Kampoeng Soekaati".
Masjid Agung Empang pada tahun 20an
Sejak kedudukan Demang Aria Wiranata di kampung Soekaati, susananya kemudian berubah menjad…

"Kebon Kalapa" dan jejak bekas Kapten Arab di Empang

Image
Syech Salim Bin Awab Balweel

Kebun Kelapa, bahasa sunda kebon kalapa. Di Bandung, nama kebon kalapa sempat jaya pada zaman keemasannya. Dahulu kebon kalapa merupakan satu-satunya terminal antar kota yang menghubungkan Bandung dengan kota-kota di Periangan, dan juga sebaliknya. Dahulu orang biasa menyebut terminal dengan istilah Stamplas, mungkin diambil dari bahasa Hollands Spreken.
Tidak jauh dari Stamplas Kebon Kalapa di Bandung, disana ada rumah Ibu Inggit Garnasih, istri pertama Bung Karno, dan tokoh nasionalis Abdoel Moeis yang kemudian namanya diabadikan untuk nama jalan. Maka kini banyak angkot-angkot di Bandung yang mencantumkan rute Abdul Muis-Elang, Abdul Muis-Cicaheum, Abdul Muis-Ledeng dan Abdul Muis-Dago. 
Nama Kebon Kalapa di Empang, lokasinya berada dalam pemukiman keluarga besar Almarhum Syech Salim bin Awab Balweel. Beliau adalah pemilik lahan luas yang banyak ditanami pohon kelapa. Mungkin karena itulah lahannya dinamakan kebon kalapa. Luas lahannya membentang dari d…

Gang Banjar dan Jejak Kerajaan Banjarmasin di Empang

Image
Sekitar tahun 1885, daerah Bogor menjadi tempat pengasingan sultan dan para Bupati yang dianggap berbahaya bagi Pemerintah Belanda, dan sekaligus untuk mengurangi secara sistematis pengaruh kaum feodalis atas masyarakatnya.
Goesti Moehammad Arsjad duduk kedua dari kiri berkopiah putih dan memegang tongkat
Para bupati yang diasingkan ke kota Bogor berasal dari berbagai daerah, diantaranya dari Pekalongan, Bojonegoro, Sukapura (tempat pengasingan Empang) dan Raja Bali. Konon, Raja Bali tempat pengasingannya berada di Kampung Bubulak, sekarang menjadi komplek perumahan Haur Jaya, dekat pabrik ban terkenal Good Year.
Sedangkan Sultan Banjarmasin yang dibuang ke Bogor adalah Goesti Moehammad Arsjad. Di Empang, bekas tempat pengasingannya inilah yang kemudian jejaknya dikenal dengan nama Gang Banjar. Lokasinya sekarang termasuk gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bogor. Seluruh bagian yang dahulu menjadi "Puri Pembuangan" Kesultanan, dibeli oleh keluarga kaya a…

Syech Ahmad Surkati, dan Derita Jamaah Haji Indonesia pada zaman penjajahan Belanda

Image
Kiprah Syech Ahmad Surkati dalam membantu Derita Dan Sengsara Jamaah Haji Indonesia pada masa penjajahan Belanda
Lebih dari 2.3 juta umat Islam dari berbagai penjuru di dunia pada tahun ini (Dzulhijjah 1438.H/September 2017.M, telah berkumpul di padang Arofah dan sudah mengakhiri penyempurnaan serangkaian rukun Ibadah hajinya di Tanah Suci Mekah Al Mukarromah. Menurut informasi yang direlease dari situs kementerian Agama RI, jumlah jamaah haji tahun ini merupakan tahun terbanyak termasuk dari Indonesia.
Majalah Pandji Poestaka diterbitkan di Batavia Tahun 1922
Hasrat umat Islam Indonesia untuk melaksanakan kewajiban rukun Islam kelima tersebut tak pernah surut sepanjang zaman. Sudah sejak berabad-abad lamanya umat Islam di Nusantara berdatangan silih berganti tak henti berlayar sepanjang musim haji ke tanah suci Makah dan berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah.
Di masa zaman penjajahan kolonial Belanda, setelah mulai beroperasinya kapal uap, jamaah haji dari Nusantara jumlahnya bahkan s…

Habib Nasionalis dari Kampung Petek di Semarang

Image
Sudah lebih dari dua puluh tahun banjir ROB menggenangi pemukiman di kampung geni di jalan Petek Semarang Utara. Tidak sedikit rumah-rumah penduduk yang amblas dan ditinggalkan penghuninya. Sebagian yang tetap bertahan terpaksa harus menyesuaikan dengan perubahan fisik lingkungan pemukiman.

Rumah-rumah yang dahulu berdinding tinggi, pintu dan daun jendela klasik yang menyisakan kejayaan keemasaan rumah-rumah penduduk di pesisir pantai hanya separuhnya saja yang masih bisa kita saksikan, lebih dari dua meter tinggi dindingnya terpaksa ditenggelamkan dengan timbunan puing2 agar terhindar dari banjir dan juga menyesuaikan dengan permukaan sepanjang jalan yang ditinggikan. Masjid Menara, masjid lama di Jalan Layur yang dibangun oleh saudager dan ulama asal Hadramaut lebih dari dua abad yang lampau juga terkena dampak yang sama. Bangunan masjid yang saat di bangun berbentuk panggung dengan dua belas anak tangga, kini tangga kayunya sudah tenggelam dan kolong panggung yang dah…

OEMAR BASALMAH, Macan Tua di Lembah Cisadane

Image
Oemar Bin Abdullah Basalmah, tapi ia biasa menggoreskan namanya diatas canvas dengan menulis O'Basalmah saja. Lahir di kampung Babakan Ciparay, Bandung pada 1 Mei 1912. Ayahnya Abdullah, adalah seorang pedagang yang berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan.
Oemar Basalmah adalah salah satu perintis seni lukis modern Indonesia. Karyanya selalu bertemakan tentang alam dan karenanya Ia digolongkan dalam aliran "Mooi Indie". Oemar Basalmah telah berkarya dan ikut memperkaya seni rupa di tanah air selama empat zaman.Tahun 1995, dunia seni lukis Indonesia menobatkannya sebagai pelukis tertua Indonesia.
Oemar Basalmah tidak memiliki guru dalam seni lukis, ia adalah pelukis outodidak yang belajar kepada alam. Sedangkan Ernest Dezentje dan Abdullah Soeriosoebroto dia sebutnya sebagai guru yang memberinya hasrat pada kesenimanannya.
Dimasa masih dinamakan Hindia Belanda, karya Oemar Basalmah sudah sejajar dan sering berpameran bersama dengan pelukis-pelukis kenamaan ka…